Panduan Pengembangan Indikator
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan
Undang-Undang (UU) nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(SNP) maka Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
(Permendiknas) nomor 22 dan nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Sedangkan standar lainnya ditetapkan melalui
Permendiknas nomor 13, 16, 19, 20, 24 dan 41 Tahun 2007 tentang tenaga pendidik
dan kependidikan, pengelolaan, penilaian,sarana prasarana, dan proses.
SNP
merupakan acuan dan pedoman dalam mengembangkan kurikulum pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah. Pemerintah tidak lagi menetapkan kurikulum
seperti kurikulum 1984, 1994 dan sebagainya. Pemerintah hanya menetapkan SNP
yang menjadi acuan sekolah dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan
pendidikan (KTSP) sesuai dengan karakteristik, kebutuhan potensi peserta didik,
masyarakat dan lingkungannya.
Pengembangan
KTSP berdasarkan SNP memerlukan langkah dan strategi yang harus dikaji
berdasarkan analisis yang cermat dan teliti. Analisis dilakukan terhadap
tuntutan kompetensi yang tertuang dalam rumusan standar kompetensi (SK) dan
kompetensi dasar (KD); analisis mengenai kebutuhan dan potensi peserta didik,
masyarakat, dan lingkungan; serta analisis peluang dan tantangan dalam
memajukan pendidikan pada masa yang akan datang dengan dinamika dan kompleksitas
yang semakin tinggi.
Penjabaran
SK dan KD sebagai bagian dari pengembangan KTSP dilakukan melalui pengembangan
silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Silabus merupakan penjabaran
lebih lanjut dari SK dan KD menjadi indikator, kegiatan pembelajaran, materi
pembelajaran dan penilaian. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah
rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk
mencapai satu KD yang ditetapkan dalam SI dan telah dijabarkan dalam silabus.
Berdasarkan
uraian di atas, maka pengembangan indikator merupakan langkah strategis dalam
peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dan pencapaian kompetensi peserta
didik. Dengan demikian diperlukan panduan pengembangan indikator yang dapat
dijadikan pedoman bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan SK dan KD tiap mata
pelajaran.
B. Tujuan
Penyusunan
panduan ini bertujuan:
- memberikan pemahaman lebih luas
kepada guru dalam mengembangkan indikator kompetensi berdasarkan tuntutan
KD dan SK;
- memotivasi guru untuk
mengembangkan kurikulum di tingkat sekolah guna mencapai kompetensi,
minimal sesuai dengan SI dan SKL;
- mendorong pengembangan
kurikulum lebih lanjut untuk mencapai kompetensi, melebihi SI dan SKL
sehingga mutu pendidikan diharapkan meningkat;
- mendorong guru dan sekolah
terus mengembangkan kurikulum melalui penyusunan dan pengembangan
indikator yang digunakan sebagai acuan pembelajaran dan penilaian.
C. Ruang Lingkup
Ruang
lingkup pengembangan indikator mencakup pengertian dan fungsi indikator dalam
KTSP, mekanisme, dan implementasi dalam pengembangan instrumen penilaian.
BAB II
INDIKATOR
DALAM PENGEMBANGAN
KURIKULUM
TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
A. Pengertian
Indikator
merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang
dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator
dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan
pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang
terukur dan/atau dapat diobservasi.
Dalam
mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan:
1.
tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam
KD;
2.
karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah;
3.
potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/ daerah.
Dalam
mengembangkan pembelajaran dan penilaian, terdapat dua rumusan indikator,
yaitu:
1.
Indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator;
2.
Indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal
yang di kenal sebagai indikator soal.
Indikator
dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerja operasional.
Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetensi
dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi.
B. Fungsi Indikator
Indikator
memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian
kompetensi berdasarkan SK-KD. Indikator berfungsi sebagai berikut :
1. Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
Pengembangan
materi pembelajaran harus sesuai dengan indikator yang dikembangkan. Indikator
yang dirumuskan secara cermat dapat memberikan arah dalam pengembangan materi
pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi
dan kebutuhan peserta didik, sekolah, serta lingkungan.
2. Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
Desain
pembelajaran perlu dirancang secara efektif agar kompetensi dapat dicapai
secara maksimal. Pengembangan desain pembelajaran hendaknya sesuai dengan
indikator yang dikembangkan, karena indikator dapat memberikan gambaran
kegiatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai kompetensi. Indikator yang
menuntut kompetensi dominan pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan
pembelajaran dilakukan tidak dengan strategi ekspositori melainkan lebih
tepat dengan strategi discovery-inquiry.
3. Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar
Bahan ajar
perlu dikembangkan oleh guru guna menunjang pencapaian kompetensi peserta
didik. Pemilihan bahan ajar yang efektif harus sesuai tuntutan indikator
sehingga dapat meningkatkan pencapaian kompetensi secara maksimal.
4. Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian
hasil belajar
Indikator
menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi hasil
belajar, Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan bentuk dan jenis
penilaian, serta pengembangan indikator penilaian. Pengembangan indikator
penilaian harus mengacu pada indikator pencapaian yang dikembangkan sesuai
dengan tuntutan SK dan KD.
BAB III
MEKANISME
PENGEMBANGAN INDIKATOR
A. Menganalisis Tingkat Kompetensi
dalam Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar
Langkah
pertama pengembangan indikator adalah menganalisis tingkat kompetensi dalam SK
dan KD. Hal ini diperlukan untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang
dijadikan standar secara nasional. Sekolah dapat mengembangkan indikator
melebihi standar minimal tersebut.
Tingkat
kompetensi dapat dilihat melalui kata kerja operasional yang digunakan dalam SK
dan KD. Tingkat kompetensi dapat diklasifikasi dalam tiga bagian, yaitu tingkat
pengetahuan, tingkat proses, dan tingkat penerapan. Kata kerja pada tingkat
pengetahuan lebih rendah dari pada tingkat proses maupun penerapan. Tingkat
penerapan merupakan tuntutan kompetensi paling tinggi yang diinginkan.
Klasifikasi tingkat kompetensi berdasarkan kata kerja yang digunakan disajikan
dalam Tabel 1.
Tabel 1.
Tingkat Kompetensi Kata Kerja Operasional
|
No.
|
Klasifikasi Tingkat Kompetensi
|
Kata Kerja Operasional yang Digunakan
|
|
1.
|
Berhubungan dengan mencari
keterangan (dealing with retrieval)
|
|
|
2.
|
Memproses (processing)
|
|
|
3.
|
Menerapkan dan mengevaluasi
|
|
Selain
tingkat kompetensi, penggunaan kata kerja menunjukan penekanan aspek yang diinginkan,
mencakup sikap, pengetahuan, serta keterampilan. Pengembangan indikator harus
mengakomodasi kompetensi sesuai tendensi yang digunakan SK dan KD. Jika aspek
keterampilan lebih menonjol, maka indikator yang dirumuskan harus mencapai
kemampuan keterampilan yang diinginkan. Klasifikasi kata kerja berdasarkan
aspek kognitif, Afektif dan Psikomotorik disajikan dalam tabel 2, 3, dan 4.
Tabel 2 :
Kata Kerja Ranah Kognitif
|
Pengetahuan
|
Pemahaman
|
Penerapan
|
Analisis
|
Sintesis
|
Penilaian
|
|
Mengutip
Menyebutkan
Menjelaskan
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Mendaftar
Menunjukkan
Memberi
label
Memberi
indeks
Memasangkan
Menamai
Menandai
Membaca
Menyadari
Menghafal
Meniru
Mencatat
Mengulang
Mereproduksi
Meninjau
Memilih
Menyatakan
Mempelajari
Mentabulasi
Memberi
kode
Menelusuri
Menulis
|
Memperkirakan
Menjelaskan
Mengkategorikan
Mencirikan
Merinci
Mengasosiasikan
Membandingkan
Menghitung
Mengkontraskan
Mengubah
Mempertahankan
Menguraikan
Menjalin
Membedakan
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Menyimpulkan
Meramalkan
Merangkum
Menjabarkan
|
Menugaskan
Mengurutkan
Menentukan
Menerapkan
Menyesuaikan
Mengkalkulasi
Memodifikasi
Mengklasifikasi
Menghitung
Membangun
Membiasakan
Mencegah
Menentukan
Menggambarkan
Menggunakan
Menilai
Melatih
Menggali
Mengemukakan
Mengadaptasi
Menyelidiki
Mengoperasikan
Mempersoalkan
Mengkonsepkan
Melaksanakan
Meramalkan
Memproduksi
Memproses
Mengaitkan
Menyusun
Mensimulasikan
Memecahkan
Melakukan
Mentabulasi
Memproses
Meramalkan
|
Menganalisis
Mengaudit
Memecahkan
Menegaskan
Mendeteksi
Mendiagnosis
Menyeleksi
Merinci
Menominasikan
Mendiagramkan
Megkorelasikan
Merasionalkan
Menguji
Mencerahkan
Menjelajah
Membagankan
Menyimpulkan
Menemukan
Menelaah
Memaksimalkan
Memerintahkan
Mengedit
Mengaitkan
Memilih
Mengukur
Melatih
Mentransfer
|
Mengabstraksi
Mengatur
Menganimasi
Mengumpulkan
Mengkategorikan
Mengkode
Mengombinasikan
Menyusun
Mengarang
Membangun
Menanggulangi
Menghubungkan
Menciptakan
Mengkreasikan
Mengoreksi
Merancang
Merencanakan
Mendikte
Meningkatkan
Memperjelas
Memfasilitasi
Membentuk
Merumuskan
Menggeneralisasi
Menggabungkan
Memadukan
Membatas
Mereparasi
Menampilkan
Menyiapkan
Memproduksi
Merangkum
Merekonstruksi
|
Membandingkan
Menyimpulkan
Menilai
Mengarahkan
Mengkritik
Menimbang
Memutuskan
Memisahkan
Memprediksi
Memperjelas
Menugaskan
Menafsirkan
Mempertahankan
Memerinci
Mengukur
Merangkum
Membuktikan
Memvalidasi
Mengetes
Mendukung
Memilih
Memproyeksikan
|
Tabel 3.
Kata Kerja Ranah Afektif
|
Menerima
|
Menanggapi
|
Menilai
|
Mengelola
|
Menghayati
|
|
Memilih
Mempertanyakan
Mengikuti
Memberi
Menganut
Mematuhi
Meminati
|
Menjawab
Membantu
Mengajukan
Mengompromikan
Menyenangi
Menyambut
Mendukung
Menyetujui
Menampilkan
Melaporkan
Memilih
Mengatakan
Memilah
Menolak
|
Mengasumsikan
Meyakini
Melengkapi
Meyakinkan
Memperjelas
Memprakarsai
Mengimani
Mengundang
Menggabungkan
Mengusulkan
Menekankan
Menyumbang
|
Menganut
Mengubah
Menata
Mengklasifikasikan
Mengombinasikan
Mempertahankan
Membangun
Membentuk
pendapat
Memadukan
Mengelola
Menegosiasi
Merembuk
|
Mengubah perilaku
Berakhlak
mulia
Mempengaruhi
Mendengarkan
Mengkualifikasi
Melayani
Menunjukkan
Membuktikan
Memecahkan
|
Tabel 4.
Kata Kerja Ranah Psikomotorik
|
Menirukan
|
Memanipulasi
|
Pengalamiahan
|
Artikulasi
|
|
Mengaktifkan
Menyesuaikan
Menggabungkan
Melamar
Mengatur
Mengumpulkan
Menimbang
Memperkecil
Membangun
Mengubah
Membersihkan
Memposisikan
Mengonstruksi
|
Mengoreksi
Mendemonstrasikan
Merancang
Memilah
Melatih
Memperbaiki
Mengidentifikasikan
Mengisi
Menempatkan
Membuat
Memanipulasi
Mereparasi
Mencampur
|
Mengalihkan
Menggantikan
Memutar
Mengirim
Memindahkan
Mendorong
Menarik
Memproduksi
Mencampur
Mengoperasikan
Mengemas
Membungkus
|
Mengalihkan
Mempertajam
Membentuk
Memadankan
Menggunakan
Memulai
Menyetir
Menjeniskan
Menempel
Menseketsa
Melonggarkan
Menimbang
|
B. Menganalisis Karakteristik Mata Pelajaran, Peserta
Didik, dan Sekolah
Pengembangan
indikator mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan
sekolah karena indikator menjadi acuan dalam penilaian. Sesuai Peraturan
Pemerintah nomor 19 tahun 2005, karakteristik penilaian kelompok mata pelajaran
adalah sebagai berikut.
|
Kelompok
Mata Pelajaran
|
Mata
Pelajaran
|
Aspek yang
Dinilai
|
|
Agama dan
Akhlak Mulia
|
Pendidikan
Agama
|
Afektif
dan Kognitif
|
|
Kewarganegaraan
dan Kepribadian
|
Pendidikan
Kewarganegaraan
|
Afektif
dan Kognitif
|
|
Jasmani
Olahraga dan Kesehatan
|
Penjas
Orkes
|
Psikomotorik,
Afektif, dan Kognitif
|
|
Estetika
|
Seni
Budaya
|
Afektif
dan Psikomotorik
|
|
Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
|
Matematika,
IPA, IPS
Bahasa,
dan TIK.
|
Afektif,
Kognitif, dan/atau Psikomotorik sesuai karakter mata pelajaran
|
Setiap mata
pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata pelajaran
lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam mengembangkan
indikator. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari aspek
mendengar, membaca, berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata pelajaran
matematika yang dominan pada aspek analisis logis. Guru harus melakukan kajian
mendalam mengenai karakteristik mata pelajaran sebagai acuan mengembangkan
indikator. Karakteristik mata pelajaran dapat dikaji pada dokumen standar isi
mengenai tujuan, ruang lingkup dan SK serta KD masing-masing mata pelajaran.
Pengembangkan
indikator memerlukan informasi karakteristik peserta didik yang unik dan
beragam. Peserta didik memiliki keragaman dalam intelegensi dan gaya belajar.
Oleh karena itu indikator selayaknya mampu mengakomodir keragaman tersebut.
Peserta didik dengan karakteristik unik visual-verbal atau psiko-kinestetik
selayaknya diakomodir dengan penilaian yang sesuai sehingga kompetensi siswa
dapat terukur secara proporsional. Sebagai contoh dalam mata pelajaran fisika
terdapat indikator sebagai berikut:
1.
Membuat model atom Thomson, Rutherford, dan Niels Bohr dengan menggunakan bahan
kertas, steroform, atau lilin mainan.
2.
Memvisualisasikan perbedaan model atom Thomson, Rutherford, dan Niels Bohr.
Indikator
pertama tidak mengakomodir keragaman karakteristik peserta didik karena siswa
dengan intelegensi dan gaya belajar visual verbal dapat mengekspresikan melalui
cara lain, misalnya melalui lukisan atau puisi.
Karakteristik
sekolah dan daerah menjadi acuan dalam pengembangan indikator karena target
pencapaian sekolah tidak sama. Sekolah kategori tertentu yang melebihi standar
minimal dapat mengembangkan indikator lebih tinggi. Termasuk sekolah bertaraf
internasional dapat mengembangkan indikator dari SK dan KD dengan mengkaji
tuntutan kompetensi sesuai rujukan standar internasional yang digunakan.
Sekolah dengan keunggulan tertentu juga menjadi pertimbangan dalam
mengembangkan indikator.
C. Menganalisis Kebutuhan dan Potensi
Kebutuhan
dan potensi peserta didik, sekolah dan daerah perlu dianalisis untuk dijadikan
bahan pertimbangan dalam mengembangkan indikator. Penyelenggaraan pendidikan
seharusnya dapat melayani kebutuhan peserta didik, lingkungan, serta
mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Peserta didik mendapatkan
pendidikan sesuai dengan potensi dan kecepatan belajarnya, termasuk tingkat
potensi yang diraihnya.
Indikator
juga harus dikembangkan guna mendorong peningkatan mutu sekolah di masa yang
akan datang, sehingga diperlukan informasi hasil analisis potensi sekolah yang
berguna untuk mengembangkan kurikulum melalui pengembangan indikator.
D. Merumuskan Indikator
Dalam
merumuskan indikator perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
1. Setiap KD
dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator
2. Keseluruhan
indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang
digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal
KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan
kebutuhan peserta didik.
3. Indikator yang
dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.
4. Rumusan
indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan
materi pembelajaran.
5. Indikator harus
dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja
operasional yang sesuai. Contoh kata kerja yang dapat digunakan sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran tersaji dalam lampiran 1.
6. Rumusan
indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup
ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.
E. Mengembangkan Indikator Penilaian
Indikator
penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari indikator (indikator
pencapaian kompetensi). Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan
pedoman penilaian bagi guru, peserta didik maupun evaluator di sekolah. Dengan
demikian indikator penilaian bersifat terbuka dan dapat diakses dengan mudah
oleh warga sekolah. Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes
harus sesuai dengan indikator penilaian.
Indikator
penilaian menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan dengan indikator
(indikator pencapaian kompetensi). Rumusan indikator penilaian memiliki
batasan-batasan tertentu sehingga dapat dikembangkan menjadi instrumen
penilaian dalam bentuk soal, lembar pengamatan, dan atau penilaian hasil karya
atau produk, termasuk penilaian diri.
Pengembangan
indikator dapat menggunakan format seperti contoh berikut.
|
Kompetensi
Dasar/Indikator
|
Indikator
Penilaian
|
Bentuk
|
|
3.2
Mendeskripsikan perkembangan teori atom
|
|
Penilaian
hasil karya/produk
Penilaian
sikap
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Tes
tertulis
|
F. Manfaat Indikator Penilaian
Indikator
Penilaian bermanfaat bagi :
- Guru dalam mengembangkan
kisi-kisi penilaian yang dilakukan melalui tes (tes tertulis seperti
ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, tes
praktik, dan/atau tes perbuatan) maupun non-tes.
- Peserta didik dalam
mempersiapkan diri mengikuti penilaian tes maupun non-tes. Dengan demikian
siswa dapat melakukan self assessment untuk mengukur kemampuan diri
sebelum mengikuti penilaian sesungguhnya.
- Pimpinan sekolah dalam memantau
dan mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan penilaian di kelas.
- Orang tua dan masyarakat dalam upaya mendorong pencapaian kompetensi siswa lebih maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Harrow, A.
J. (1972). A taxonomy of the psychomotor domain: A guided for developing
behavioral objective. New York: David Mc Key Company.
Kamus Besar
Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2002). Jakarta: Balai Pustaka
Mardapi, Dj.
dan Ghofur, A, (2004). Pedoman Umum Pengembangan Penilaian; Kurikulum
Berbasis Kompetensi SMA. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Mehrens,
W.A, and Lehmann, I.J, (1991). Measurement and Evaluation in Education
and Psychology. Fort Woth: Holt, Rinehart and Winston, Inc.
Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
Jakarta: Fokus Media.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 tahun 2005 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar
Isi, Jakarta, 2006.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar
Kompetensi Lulusan, Jakarta, 2006.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan
Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun
2007. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 tahun 2006 tentang Rincian Tugas
Unit Kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang
tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Popham,W.J.,
(1999). Classroon Asessment: What teachers need to know. Mass:
Allyn-Bacon.
Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta:
Fokus Media.
Lampiran 1
Contoh Kata
Kerja Operasional
Sesuai
dengan Karakteristik Matapelajaran
Berhubungan
dengan Prilaku Sosial
- § Menerima (accept)
- § Mengakui/menerima sesuatu (admit)
- § Menyetujui (agree)
- § Membantu (aid)
- §
Membolehkan/menyediakan/memberikan (allow)
- § Menjawab (answer)
- § Menjawab/mengemukakan
pendapat dengan alasan-alasan (argue)
- § Mengkomunikasikan (communicate)
- § Memberi pujian/mengucapkan
selamat (compliment)
- § Menyumbang (contribute)
- § Bekerjasama (cooperate)
- § Berdansa (dance)
- § Menolak /menidaksetujui (disagree)
- § Mendiskusikan (discuss)
- § Memaafkan (excuse)
- § Memaafkan (forgive)
- § Menyambut/menyalami (greet)
- § Menolong/membantu (help)
- § Berinteraksi/melakukan
interaksi (interact)
- § Mengundang (invite)
- § Menggabung (joint)
- § Menertawakan (laugh)
- § Menemukan (meet)
- § Berperanserta (participate)
- § Mengizinkan/membolehkan (permit)
- § Memuji-muji (praise)
- § Bereaksi (react)
- § Menjawab/menyahut (reply)
- § Tersenyum (smile)
- § Berbicara (talk)
- § Berterimakasih (thank)
- § Berkunjung (visit)
- § Bersukarela (volunteer)
Berhubungan
dengan Kompetensi Berpikir tingkat Tinggi
(complex,
logical, judgmental behaviors)
- § Menganalisis (analyze)
- § Menghargai (appraise)
- § Menilai (assess)
- § Mengkombinasikan (combine)
- § Membandingkan (compare)
- § Menyimpulkan (conclude)
- § Mengkontraskan (contrast)
- § Mengkritik (critize)
- § Menarik kesimpulan (deduce)
- § Membela/mempertahankan (defend)
- § Menunjukkan / menandakan (designate)
- § Menentukan (determine)
- § Mencari /menjelajah (discover)
- § Mengevaluasi (evaluate)
- § Merumuskan (formulate)
- §
Membangkitkan/menghasilkan/menyebabkan (generate)
- § Membujuk/menyebabkan (induce)
- § Menduga/Mengemukan
pendapat/mengambil kesimpulan (infer)
- § Merencanakan (plan)
- § Menyusun (structure)
- § Menggantikan (substitute)
- § Menyarankan (suggest)
- § Memilih (choose)
- § Mengumpulkan (collect)
- § Mendefinisikan (define)
- § Menjelaskan sesuatu (describe)
- § Mendeteksi (detect)
- § Membedakan antara 2 macam (differentiate)
- § Membedakan/Memilih-milih (discriminate)
- § Membedakan sesuatu (distinguish)
- § Mengidentifikasi (identify)
- § Mengindikasi (indicate)
- § Mengisolasi (isolate)
- § Mendaftarkan (list)
- § Memadukan (match)
- § Meniadakan (omit)
- § Mengurutkan (order)
- § Mengambil (pick)
- § Menempatkan (place)
- § Menunjuk (point)
- § Memilih (select)
- § Memisahkan (separate)
Berhubungan
dengan Kompetensi Musik (seni)
- § Meniup (blow)
- § Menundukkan kepala (bow)
- § Bertepuk (clap)
- § Menggubah /menyusun (compose)
- § Menyentuh (finger)
- § Memadankan/berpadanan (harmonize)
- § Menyanyi kecil/bersenandung (hum)
- § Membisu (mute)
- § Memainkan (play)
- § Memetik (misal gitar) (pluck)
- § Mempraktikkan (practice)
- § Menyanyikan (sing)
- § Memetik/mengetuk-ngetuk (strum)
- § Mengetuk (tap)
- § Bersiul (whistle)
Berhubungan
dengan Kompetensi Berbahasa
- § Menyingkat/memendekkan (abbreviate)
- § Memberi tekanan pada sesuatu
/menekankan (accent)
- § Mengabjad/menyusun menurut
abjad (alphabetize)
- § Mengartikulasikan/
mengucapkan kata-kata dengan jelas (articulate)
- § Memanggil (call)
- § Menulis dengan huruf besar (capitalize)
- § Menyunting/mengedit (edit)
- § Menghubungkan dengan garis
penghubung (hyphenate)
- § Memasukkan (beberapa spasi)
/melekukkan (indent)
- § Menguraikan/memperlihatkan
garis bentuk/ menggambar denah atau peta (outline)
- § Mencetak (print)
- § Membaca (read)
- §
Mendeklamasikan/membawakan/mencerita-kan (recite)
- § Mengatakan (say)
- § Menandai (sign)
- § Berbicara (speak)
- § Mengeja (spell)
- § Menyatakan (state)
- § Menyimpulkan (summarize)
- § Membagi atas suku-suku kata (syllabicate)
- § Menceritakan (tell)
- § Menerjemahkan (translate)
- § Mengungkapkan dengan
kata-kata (verbalize)
- § Membisikkan (whisper)
- §
Mengucapkan/melafalkan/menyatakan (pronounce)
- § Memberi atau membubuhkan
tanda baca (punctuate)
- § Menulis (write)
Berhubungan
dengan Kompetensi Drama
- § Berakting/berperilaku (act)
- § Menjabat/mendekap/ menggengam
(clasp)
- § Menyeberang/melintasi/
berselisih (cross)
- § Menunjukkan/mengatur/ menyutradarai
(direct)
- § Memajangkan (display)
- § Memancarkan (emit)
- § Memasukkan (enter)
- § Mengeluarkan (i
- § Mengekspresikan (express)
- § Meniru (imitate)
- § Meninggalkan (leave)
- § Menggerakkan (move)
- § Berpantomim/Meniru gerak
tanpa suara (pantomime)
- § Menyampaikan/menyuguhkan/
mengulurkan/melewati (pass)
- § Memainkan/melakukan (perform)
- § Meneruskan/memulai/beralih (proceed)
- § Menanggapi/menjawab/ menyahut
(respond)
- § Memperlihatkan/Menunjukkan (show)
- § Mendudukkan (sit)
- §
Membalik/memutar/mengarahkan/mengubah/ membelokkan (turn)
Berhubungan
dengan Kompetensi Seni Lukis
- § Memasang (assemble)
- § Mencampur (blend)
- § Menyisir/menyikat (brush)
- § Membangun (build)
- § Mengukir (carve)
- § Mewarnai (color)
- § Mengkonstruk/membangun(construct)
- § Memotong (cut)
- § Mengoles (dab)
- § Menerangkan (dot)
- § Menggambar (draw)
- § Mengulang-ulang/melatih (drill)
- § Melipat (fold)
- § Membentuk (form)
- § Menggetarkan/memasang (frame)
- § Memalu (hammer)
- § Menangani (handle)
- § Menggambarkan (illustrate)
- § Mencairkan (melt)
- § Mencampur (mix)
- § Memaku (nail)
- § Mengecat (paint)
- § Menepuk (pat)
- § Menggosok (polish)
- § Menuangkan (pour)
- § Menekan (press)
- § Menggulung (roll)
- § Menggosok/ menyeka (rub)
- § Menggergaji (saw)
- § Memahat (sculpt)
- § Menyampaikan/melempar (send)
- § Mengocok (shake)
- § Membuat sketsa (sketch)
- § Menghaluskan (smooth)
- § Mengecap/menunjukkan (stamp)
- § Melengketkan (stick)
- § Mengaduk (stir)
- § Meniru/menjiplak (trace)
- § Menghias/memangkas (trim)
- § Merengas/memvernis (varnish)
- §
Melekatkan/menempelkan/merekatkan (paste)
- § Menyeka/menghapuskan/
membersihkan (wipe)
- § Membungkus (wrap)
Berhubungan
dengan Kompetensi Fisik (Jasmani)
- § Melengkungkan (arch)
- § Memukul (bat)
- § Menekuk/melipat/
membengkokkan (bend)
- § Mengangkat/membawa (carry)
- § Menangkap (catch)
- § Mengejar/memburu (chase)
- § Memanjat (climb)
- § Menghadap (face)
- § Mengapung (float)
- § Merebut/menangkap/ mengambil
(grab)
- § Merenggut/memegang/
menyambar/merebut (grasp)
- § Memegang erat-erat (grip)
- § Memukul/menabrak (hit)
- § Melompat/meloncat (hop)
- § Melompat (jump)
- § Menendang (kick)
- § Mengetuk (knock)
- § Mengangkat/mencabut i
- § Berbaris (march)
- §
Melempar/memasangkan/memancangkan/menggantungkan (pitch)
- § Menarik (pull)
- § Mendorong (push)
- § Berlari (run)
- § Mengocok (shake)
- § Bermain ski (ski)
- § Meloncat (skip)
- § Berjungkirbalik (somersault)
- § Berdiri (stand)
- § Melangkah (step)
- § Melonggarkan/merentangkan (stretch)
- § Berenang (swim)
- § Melempar (throw)
- § Melambungkan/melontarkan (toss)
- § Berjalan (walk)
Berhubungan
dengan Perilaku Kreatif
- § Mengubah (alter)
- § Menanyakan (ask)
- § Mengubah (change)
- § Merancang (design)
- § Menggeneralisasikan (generalize)
- § Memodifikasi (modify)
- § Menguraikan dengan kata-kata
sendiri (paraphrase)
- § Meramalkan (predict)
- § Menanyakan (question)
- § Menyusun kembali (rearrange)
- § Mengkombinasikan kembali (recombine)
- § Mengkonstruk kembali (reconstruct)
- § Mengelompokkan kembali (regroup)
- § Menamakan kembali (rename)
- § Menyusun kembali (reorder)
- § Mengorganisasikan kembali (reorganize)
- § Mengungkapkan kembali (rephrase)
- § Menyatakan kembali (restate)
- § Menyusun kembali (restructure)
- § Menceritakan kembali (retell)
- § Menuliskan kembali (rewrite)
- § Menyederhanakan (simplify)
- § Mengsintesis (synthesize)
- § Mengsistematiskan (systematize)
Berhubungan
dengan Kompetensi Matematika
- § Menambah (add)
- § Membagi dua (bisect)
- § Menghitung/mengkalkulasi (calculate)
- § Mencek/meneliti (check)
- § Membatasi (circumscribe)
- § Menghitung/mengkomputasi (compute)
- § Menghitung (count)
- § Memperbanyak (cumulate)
- § Mengambil dari (derive)
- § Membagi (divide)
- § Memperkirakan (estimate)
- § Menyarikan/menyimpulkan (extract)
- § Memperhitungkan (extrapolate)
- § Membuat grafik (graph)
- § Mengelompokkan (group)
- § Memadukan/mengintegrasikan (integrate)
- § Menyisipkan/menambah (interpolate)
- § Mengukur (measure)
- § Mengalikan/memperbanyak (multiply)
- § Menomorkan (number)
- § Membuat peta (plot)
- § Membuktikan (prove)
- § Mengurangi (reduce)
- § Memecahkan (solve)
- § Mengkuadratkan(square)
- § Mengurangi (substract)
- § Menjumlahkan (sum)
- § Mentabulasi (tabulate)
- § Mentally (tally)
- § Memverifikasi (verify)
Berhubungan
dengan Kompetensi Sains
- § Menjajarkan (align)
- § Menerapkan (apply)
- § Melampirkan (attach)
- § Menyeimbangkan (balance)
- § Mengkalibrasi (calibrate)
- § Melaksanakan (conduct)
- § Menghubungkan (connect)
- § Mengganti (convert)
- § Mengurangi (decrease)
- §
Mempertunjukkan/memperlihatkan (demonstrate)
- § Membedah (dissect)
- § Memberi makan (feed)
- § Menumbuhkan (grow)
- § Menambahkan/meningkatkan (increase)
- § Memasukkan/menyelipkan (insert)
- § Menyimpan (keep)
- § Memanjangkan (lenghthen)
- § Membatasi (limit)
- § Memanipulasi (manipulate)
- § Mengoperasikan (operate)
- § Menanamkan (plant)
- § Menyiapkan (prepare)
- § Memindahkan(remove)
- § Menempatkan kembali(replace)
- § Melaporkan (report)
- § Mengatur ulang (reset)
- § Mengatur (set)
- § Menentukan/menetapkan (specify)
- § Meluruskan (straighten)
- § Mengukur waktu (time)
- § Mentransfer (transfer)
- § Membebani/memberati (weight)
Berhubungan
dengan Kompetensi Umum, Kesehatan, dan Keamanan
- § Mengancingi (button)
- § Membersihkan (clean)
- § Menjelaskan (clear)
- § Menutup (close)
- § Menyikat/menyisir(comb)
- § Mencakup (cover)
- § Mengenakan/menyarungi (dress)
- § Minum (drink)
- § Makan (eat)
- § Menghapus (eliminate)
- § Mengosongkan (empty)
- § Mengetatkan/melekatkan (fasten)
- § Mengisi/memenuhi/melayani /membuat
(fill)
- § Melintas/berjalan (go)
- § Mengikat tali/menyusuri (lace)
- § Menumpuk/menimbun (stack)
- § Menghentikan (stop)
- § Merasakan (taste)
- § Mengikat/membebat (tie)
- § Tidak mengancingi (unbutton)
- § Membuka/menanggalkan (uncover)
- § Menyatukan (unite)
- § Membuka (unzip)
- § Menunggu (wait)
- § Mencuci (wash)
- § Memakai (wear)
- § Menutup (zip)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar